AYO…MENABUNG DI AKHIRAT

tabungan akhirat

griyatabunganakhirat.com-Banyak dari kita yang beranggapan bahwa jika ingin kaya maka harus rajin menabung.Dan banyak di antara kita berlomba-lomba untuk menabung  di bank dengan harapan akan mendapatkan  bunga yang besar atau keuntungan-keuntungan lain yang akan didapatkan.Ketika  kita ingin menabung di bank, bank akan memberikan promo bunga yang lebih besar, mendapatkan berbagai kemudahan-kemudahan dan hadiah serta jaminan keamanan tabungan kita.

Ketahuilah saudaraku sesama Muslim bahwa  ada sebuah tabungan yang memberikan kita kemudahan dan bunga keuntungan  yang lebih besar daripada tabungan yang ada di bank.Tabungan ini memberikan kemudahan dengan tidak adanya batasan minimal jumlah tabungan yang akan diterima.Dan tanpa biaya administrasi.Memberikan bunga keuntungan hingga 700 kali lipat.Inilah ‘Tabungan Akhirat’.Yaitu kita menabung di ‘Tabungan Akhirat’ dengan sedekah.

Di ‘Tabungan Akhirat’ ini tidak ada setoran minimal untuk membuka ‘tabungan’.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَنْفِقُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا كَسَبْتُمْ وَمِمَّا أَخْرَجْنَا لَكُمْ مِنَ الْأَرْضِ ۖ

“Wahai orang-orang yang beriman!Berinfaklah sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untukmu….” (QS Al Baqarah:267)

آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَأَنْفِقُوا مِمَّا جَعَلَكُمْ مُسْتَخْلَفِينَ فِيهِ ۖ فَالَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَأَنْفَقُوا لَهُمْ أَجْرٌ كَبِيرٌ

“Berimanlah kamu kepada Allah dan Rasul-Nya dan nafkahkanlah sebagian dari hartamu yang Allah telah menjadikan kamu menguasainya.Maka orang-orang yang beriman di antara kamu dan menafkahkan (sebagian) dari hartanya, memperoleh pahala yang besar.” (QS Al Hadiid:7)

وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَىٰ أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ

“Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu lalu ia berkata: ‘ Ya Rabbku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian)ku sampai waktu yang dekat yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?” (QS Al Munaafiquun:10)

Dari keterangan tersebut tidak dijelaskan besaran pasti untuk kita ‘menabung’ di akhirat.Yang diminta hanya sebagian dari harta yang kita miliki.Tergantung dari keikhlasan diri kita, berapa yang akan kita sedekahkan.Ketika kita bersedekah, maka catatan kebaikan di buku amal kita akan bertambah.

Dan dari harta yang kita sedekahkan, akan dibalas 700 kali lipat kebaikan oleh Allah ﷻ .Itulah bunga kebaikan yang kita dapatkan jika kita ‘menabung di ‘tabungan akhirat’.

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِائَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

 “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada setiap bulir seratus benih.Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki.Dan Allah Maha Luas (Karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS Al Baqarah: 261)

Perumpamaannya : 1 butir benih x 7 butir x 100 benih = 700 benih.Jika dilihat hitungan tersebut, setiap benih bisa menghasilkan tujuh bulir.Jika 700 benih berarti jadi 4900 bulir yang akan menghasilkan lagi 100 biji pada masing-masing bulir.Dan begitu seterusnya.Tak akan pernah berhenti.Hal itu bisa kita lihat di kutipan ayat tersebut, “Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia Kehendaki”.

Di ‘tabungan akhirat’ ini, kita bisa melakukan setoran di mana saja.Misal ke orang tua, sanak saudara, anak-anak yatim, orang miskin, musafir, dan lain-lain.

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan.Jawablah :’Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang –orang yang sedang dalam perjalanan.’Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya.” (QS A l Baqarah: 215)

Mudahkan?

Dan jangan khawatir salah catatan.

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا يُنْفِقُونَ ۖ قُلْ مَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ خَيْرٍ فَلِلْوَالِدَيْنِ وَالْأَقْرَبِينَ وَالْيَتَامَىٰ وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ ۗ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ

“Dan mereka tiada menafkahkan suatu nafkah yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidak melintasi suatu lembah, melainkan di tulis bagi mereka (amal shaleh pula) karena Allah akan member balasan kepada mereka yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS Al Baqarah: 121)

Dengan membuka tabungan di ‘tabungan akhirat’ ini berarti kita telah menyimpan harta kita dalam bank teraman di dunia dan akhirat.Kita bisa merasakan manfaat dari ‘tabungan akhirat’ tersebut.Di dalam sedekah ada 4 manfaat baginya, yaitu:

  1. Keberkahan dalam hidupnya.
  2. Hidupnya disukai
  3. Sedekah itu akan menjadi penghalang antara diri kita dengan siksa api neraka.
  4. Terhindar dari musibah dan bencana yang akan menimpa kita.

Rasulullah ﷺ pernah ditanya oleh shahabat, “Bagaimana caranya ya Rasulullah agar kita kaya? Maka Rasulullah ﷺ menjawab : “Banyak-banyaklah kamu bersedekah.”

Wallahu a’lam bishshawab

(Sumber dari :republika.co.id)