CERITA DAKWAH DI “PULAU WANITA” DAERAH ASMAT PAPUA

Gambar ilustrasi

GTA-Menjelang maghrib tim GTA tiba di Pondok Pesantren Nuu War milik ustadz Fadlan Garamatan,dai asal Papua yang terkenal dengan Ustadz Sabun.

Hanya berbekal sabun mandi ribuan suku-suku di Papua masuk Islam di tangan dai yang murah senyum ini,Masya Allah

Tim GTA sendiri datang untuk mendiskusikan persiapan program SAHDAN -Semarak Dakwah Ramadhan yang rencana untuk mengirim dai ke Papua

Di tengah diskusi kami membicarakan keberadaan Pulau Wanita di daerah Asmat,Papua

Pulau yang di huni seluruhnya adalah wanita ini sangat “angker” bagi kaum laki-laki,kata ustadz Fadlan bercerita “Kami dulu pernah mengambil anak-anak Gadis di pulau itu untuk di sekolahkan tapi gagal..Kenapa? Karakternya belum berubah guru laki-laki mereka malah di perkosa ramai-ramai dan itu kisah di ceritakan langsung oleh guru asal pulau Jawa yang mangalami kejadian tersebut,akhirnya mereka kita pulang kembali ke pulau tersebut”

Dari kamipun bertanya ” bagaimana cara dakwah ke mereka ustadz?

Ustadz fadlan menjelaskan kembali “Tidak ada laki-laki yang bisa masuk sembarangan ke pulau itu,perlu waktu tiga bulan untuk bisa masuk dengan melewati tahap-tahap persyaratan yang mereka ajukan,intinya kami nanti akan melakukan penelitian. dengan belajar bahasa mereka, mereka keturunan asmat yang wanitanya punya badan yang tinggi besar, hidung mancung kalau mereka di pakaikan jilbab seperti hadrami,¬†diistilahkan badannya mirip Laila Ali kuat dan kekar, pencarian mereka nelayan, berburu ikan, buaya, babi dan mereka ahlinya di bidang berburu

Kalau mereka ingin berhubungan badan mereka ambil suami dari darat dengan jangka waktu tertentu, bila melahirkan anak mereka laki-laki maka di kembalikan ke darat, kalau perempuan wajib tinggal di pulau tersebut..

Sungguh ladang dakwah yang menantang..siapa berani??

Kekhusyukan kami mendengar cerita beliau terputus adzan maghrib yang berkumandang di masjid..

Kami tertawa dan penasaran juga…

barokallahu fikum……….