JANGANLAH MENYEPELEKAN HAL KECIL

JANGANLAH MENYEPELEKAN HAL KECIL

GTA(griyatabunganakhirat.com)-Terkadang kita meremehkan sesuatu yang kecil, baik berupa kebaikan atau keburukan.Padahal boleh jadi kebaikan yang kita remehkan tersebut justru memberikan manfaat untuk kita.Ada banyak pelajaran berharga yang bisa kita ambil dari para wanita terdahulu.

Kebaikan kecil yang berpahala besar

Banyak kisah yang menjelaskan tentang kemudahan dan pertolongan dari Allah ﷻ  dikarenakan amalan-amalan yang kecil menurut anggapannya.Diantaranya :

Aisyah radhiyallahu ‘anha pernah didatangi oleh seorang peminta-minta lalu ia meminta kepada Aisyah radhiyallahu ‘anha.Maka Aisyah radhiyallahu ‘anha memerintahkan agar diberi sebutir kurma.Maka seseorang berkata kepadanya, “Wahai Ummul Mukminin Anda sungguh akan bersedekah dengan sebutir kurma?” Aisyah radhiyallahu ‘anha menjawab, “Ya, demi Allah ﷻ.Sesungguhnya makhluk Allah ﷻ itu banyak dan tidak ada yang dapat membuatnya kenyang selain Allah ﷻ, bukankah pada sebutir kurma itu terdapat pahala kebaikan seberat dzarah yang banyak.”

Ada lagi kisah seorang wanita sebagaimana diceritakan Syaikh Athiyah berkata, “ Syaikh Al Fadhil Abdul Hamid Abbas, seorang yang kejujurannya tidak diragukan lagi bercerita kepadaku.Dia berkata, “Pada suatu ketika ada seorang wanita yang berjalan-jalan di daerah Quba’ , tiba-tiba dia terperosok ke dalam sungai.Dia terjatuh dan terbawa arus air hingga dia berhasil berpegangan pada sebuah batu besar dan duduk diatasnya.Dia berada ditempat itu selama empat hari hingga akhirnya seorang laki-laki melewati tempat itu dan mendengar suara minta tolong.

Diapun segera turun dan mengeluarkan wanita tersebut dari atas batu itu.Keluarganya lalu bertanya “Bagaimana kamu bisa bertahan hidup?” Dia menjawab, “Semangkuk susu yang biasa aku berikan kepada para janda lanjut usia telah mendatangiku setiap hari.” Ternyata wanita wanita itu memiliki seekor kambing yang susunya selalu ia berikan kepada para janda lanjut usia yang sekaligus tetangganya.

Memberikan minum, seolah merupakan amalan remeh dan tidak bernilai.Namun ternyata memberi manfaat yang luar biasa, pelakunya mendapat pertolongan dari Allah ﷻ di masa-masa sulit.

Bila kita periksa kehidupan sehari-hari kita akan kita temukan puluhan contoh amalan yang sepele, yang apabila dikumpulkan akan membentuk suatu aliran perbuatan baik, air mata anak yatim yang kita usap, kelaparan orang miskin yang kita hilangkan, maka alangkah indahnya bila kita berlomba dalam kebaikan, walaupun ia tampak sepele di mata kita.

Di antara amalan ringan yang sering kita sepelekan adalah berdo’a selepas berwudhu.Andai mereka memahami dengan benar akan janji yang akan Allah ﷻ berikan bagi pelantun do’a selepas wudhu ini, tentulah mereka akan berlomba untuk meraihnya.

Dari Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu, Nabi ﷺ bersabda : “Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu, lalu membaguskan wudhunya kemudian mengucapkan, “Asyhadu an la ilaha illallah wahdahu la syarika lahu wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rasuluh, kecuali akan dibukakan untuknya pintu-pintu surga yang delapan lalu dia boleh masuk dari pintu mana saja yang dia inginkan.” (HR.Muslim)

Masih banyak lagi amalan ringan yang berpahala besar, sehingga Rasulullah pun bersabda, “Janganlah kamu meremehkan kebaikan sekecil apapun, meskipun hanya bermuka manis saat berjumpa saudaramu.” (HR.Muslim)

“Maka barang siapa mengerjakan  kebaikan seberat dzarah, niscaya dia akan melihat (balasan) nya.” (QS. Al-Zalzalah:7)

Kesalahan kecil berakibat besar

Dalam hadits mutafaqun alaih Nabi ﷺ mengabarkan seorang perempuan yang masuk neraka karena seekor kucing.Perempuan itu mengikat kucing tersebut dan tidak memberinya makan dan tidak pula melepaskannya untuk makan serangga tanah sehingga kucing itu pun mati kelaparan.

Nabi tidak menyebutkan sebab yang memasukkan perempuan tersebut ke neraka selain tindakannya mengurung seekor kucing yang tidak diperhatikan sama sekali.

Di antara taufik Allah ﷻ yang paling besar terhdap hamba-Nya adalah bahwa-Nya mengagungkan Allah ﷻ dan di antara bentuk pengagungan terhadap Allah ﷻ adalah  mengagungkan perintah dan larangan-Nya, serta memuliakan Allah ﷻ, sehingga dia tidak meremehkan dosa-dosa kecil bagaimanapun kecilnya dosa tersebut di matanya.Karena sesungguhnya yang dimaksiati adalah Allah ﷻ.Hal ini sebagaimana perkataan Bilal bin Saad,

لاَ تَنْظُرْ اِ لَى صِغَرِ ا لْخَطِىىئَةِ وَلَكِنِ ا نْظُرْ مِن عَصَىْتَ 

“Janganlah Anda memperhatikan kecilnya kesalahan akan tetapi perhatikanlah kepada siapa Anda bermaksiat.”

Ketika Aun bin Abdullah membaca firman Allah ﷻ dalam surat al-kahfi ayat 49, ia berkata “Kaum salaf itu, demi Allah ﷻ, terguncang hatinya dari dosa-dosa kecil apalagi dosa besar.” (at-tamhid”2/84).

Seorang yang hatinya hidup akan terpengaruh perbuatan maksiat seperti baju putih yang kotoran apapun pasti berpengaruh padanya.Sebaliknya, apabila dosa itu tidak berpengaruh maka ia perlu memeriksa hatinya karena hatinya berada pada jurang bahaya .

Oleh karenanya, ketik0061 Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata kepada Nabi ﷻ, “Cukuplah bagi dirimu dari Shafiyah bahwa dia itu begini dan begitu, maka beliau ﷻ bersabda, “Sungguh engkau telah mengucapkan kata-kata yang bila kata-kata tersebut tercampur dengan air laut, niscaya ia akan memengaruhi air laut itu.” (HR. Abu Dawud dan Tirmizi)

Dan barang siapa mengerjakan keburukan sebesar dzarah pun, niscaya dia akan melihat balasannya pula.” (QS.Al-Zalzalah:8)

Semoga Allah ﷻ melipatgandakan perbuatan baik kita, memaafkan perbuatan buruk kita, memudahkan kebaikan bagi kita dan melindungi kita dari keburukan.

(Sumber : ar-risalah edisi 203)