UJIAN HARTA DAN MANFAAT SHADAQAH

fitnah harta dan buah sedekah(griyatabunganakhirat.com)-Kebanyakan manusia mengira bahwa banyak harta berarti Allah ﷻ telah memuliakannya.Dan tidak memiliki harta berarti Allah ﷻ telah menghinakannya.Seakan menjadi fitrah manusia senang memiliki banyak harta.Padahal semua itu tidaklah benar, dan hal tersebut telah dibantah Allah ﷻ dalam firmannya :

Artinya : “Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: ‘Tuhanku Telah memuliakanku’.Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinyya maka dia berkata : ‘Tuhanku menghinakanku’.” (QS Al-Fajr :15-16)

Yang jelas semuanya itu adalah ujian Allah ﷻ kepada hamba-Nya, baik dia kaya ataupun miskin.Dan yang menjadi kemuliaan disisi Allah ﷻ bukan kaya atau miskin akan tetapi yang paling mulia adalah orang yang paling bertaqwa.

Ketahuilah bahwa harta adalah ujian terberat dari Allah ﷻ pada hambanya.Dan harta merupakan titipan Allah ﷻ kepada hambanya yang nanti suatu saat akan dimintai pertanggungjawabannya.Dan khusus masalah harta ini nanti akan ada dua pertanyaan yang akan langsung ditanyakan oleh Allah ﷻ.

Sebagaimana sabda Nabi Muhammad ﷺ:

لاَتَزُوْلُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَسْأَلُ عَنْ عُمْرِهِ فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ عِلْمِهِ فِيْمَ فَعَلَ وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَ أَنْفَقَهُ وَعَنْ جِسْمِهِ فِيْمَ أَبْلاَهُ (رَوَاهُ التِّرْمِذِي)

Artinya : “Pada hari kiamat, kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser, sebelum ia ditanya : Tentang umurnya untuk apa dihabiskan ?, Tentang ilmunya untuk apa ia gunakan ? , Tentang hartanya darimana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan, dan tentang badannya untuk apa ia gunakan ? (HR At-tirmidzi)

Dari mana harta itu kamu peroleh dan kemana harta itu kamu gunakan ? Apakah kamu memperolehnya melalui jalan yang bathil/kezhaliman, seperti merampas, berkhianat, atau mencuri? Ataukah kamu peroleh melalui jalan yang diridhai Allah ﷻ ? Kemudian kamu gunakan dalam jalan Allah atau jalannya syetan yang menyuruhmu untuk bermaksiat kepadanya.

Bahkan Rasulullah  ﷺ mengingatkan kepada kita :

يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثٌ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَالُهُ فَيَرْجِعُ اِثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ يَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَ يَبْقَى عَمَالُهُ

Artinya : “Mayit akan diikuti tiga perkara, yaitu keluarganya, hartanya, amalnya.Yang dua akan kembali dan yang satu tetap bersamanya, keluarganya dan hartanya kembali, dan yang tertinggal adalah amalnya” (HR Ibnu Majah).

Dan Allah ﷻ telah memberikan ancaman kepada mereka yang tidak mau menggunakan hartanya di jalan Allah ﷻ .Sebagaimana dalam firman-Nya :

Artinya : “Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, Maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih.Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka :’Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, Maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.’” (QS At-Taubah :34-35)

Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini : “Bahwa orang yang tidak mau menunaikan zakat dan menyimpan harta akan merasakan siksa dengan dibakar/disetrika wajahnya.Yang merupakan bentuk penghinaan Allah ﷻ terhadap mereka.”

Bagaimanakah caranya supaya kita selamat dari fitnah harta ini? Hendaklah kita menggunakan harta ini dalam jalan Allah ﷻ , bukan jalan syetan dan hendaknya kita juga melaksanakan akan hak harta itu, baik yang wajib maupun yang sunah.Seperti zakat dan shadaqah.Karena apabila kita kaji manfaat  yang akan kita peroleh dari zakat dan shadaqah itu sangat banyak sekali, diantaranya :

  1. Shadaqah ialah pembersih dan penyuci

Allah ﷻ berfirman :

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka.Sesungguhnya do’a kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka.Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui .”  (QS At-Taubah :103)

Para ‘Ulama menafsirkan “Membersihkan mereka” maksudnya : membersihkan dari dosa-dosa mereka dan dari kekikiran jiwa, sedangkan “Menyucikan mereka” maksudnya menunjukkan kepada suatu bentuk penghiasan diri dengan hal-hal mulia dan baik.Sebab shadaqah itu merupakan pembersih, penyuci, pelebur kesalahan, dan mengangkat derajat.

  1. Shadaqah menghindarkan dari musibah

Shadaqah memiliki dampak baik terhadap pelakunya serta menjaga dirinya dari berbagai musibah dan bencana.Sahabat Umamah ra meriwayatkan Rasulullah ﷺ bersabda :

صَنَائِعُ الْمَعْرُوْفِ تَقِي مَصَارِعَ السُوْءِ, وَصَدَقَةُ السَّرِّتُطْفِئُ غَضَبَ الرَّبِّ, وَإِنَّ صِلَةَ الرَّحِمِ تَزِيْدُ فِي الْعُمْرِ

Artinya : “ Perbuatan-perbuatan baik akan menghindarkan diri dari pintu-pintu keburukan, shadaqah yang tersembunyi akan memadamkan amarah Allah dan menyambung tali silaturahmi akan menambah usia.”  (HR Ath-Thabrani, sanadnya hasan dalam Shahih Jami’)

  1. Shadaqah merupakan tanda dan bukti keimanan yang benar

Rasulullah ﷺ bersabda :

اَلصَّدَقَةُ بُرْهَانٌ

Artinya : “ Shadaqah adalah bukti nyata.” (HR.Muslim)

An-Nawawi menjelaskan makna hadits di atas bahwa shadaqah adalah bukti keimanan pelakunya.Karena orang munafik tidak akan melakukannya dan tidak meyakininya.Sebab itu, yang bershadaqah berarti telah membuktikan kejujurannya dan kebenaran imannya.

  1. Shadaqah akan mendapatkan pahala yang tak putus meskipun orang shadaqah telah meninggal

Di antara amal-amal shaleh yang tidak terputus pahalanya dari seseorang setelah meninggal adalah shadaqah.Hal itu sebagai bukti kebenaran sabda Rasulullah ﷺ :

إِذَا مَاتَ اِبْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْلَهُ (رَوَاهُ مُسْلِمٌ)

Artinya : “Apabila seorang manusia meninggal dunia, terputuslah segala amal perbuatannya kecuali tiga hal shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan do’a anak shaleh untuknya.” (HR Muslim)

  1. Shadaqah menghapus kesalahan

Muadz Bin Jabal ra meriwayatkan bahwa Rasulullah  ﷺ bersabda :

Artinya : “Shadaqah itu menghapus kesalahan sebagaimana air memadamkan api.” (HR At-Tirmidzi)

Baca juga :

Demikianlah pembahasan fitnah harta dan buah shadaqah.Harapannya setelah kita memahami ini semua kita betul-betul dapat menjauhi bahayanya dan mencari buahnya.Yang nantinya akan kita petik esok di akhirat nanti. (Abu Mazaya)

(Sumber : annajah.net)