ADAB ORANG YANG BERSEDEKAH

ADAB SEDEKAH

GTA (griyatabunganakhirat.com)-Infak meliputi zakat yang wajib dan sedekah yang sunnah serta mengutamakan dan membantu teman-teman.Orang yang berzakat dan bersedekah hendaklah memperhatikan adab-adab berikut ini :

1.Meluruskan Niat.

Hendaklah orang yang bersedekah meluruskan niatnya.Yaitu bersedekah semata-mata mengharapkan wajah Allah .Jika ia tidak berniat mengharapkan wajah Allahc bisa terkotori dengan riya’ dan sum’ah.Niscaya sedekahnya tidak diterima.Bahkan ia mendapat siksa karenanya.

2.Menyedekahkan Harta yang Halal.

Diriwayatkan dari Ibnu Umar dari Rasulullah  beliau bersabda :

لَ ىَقْبَلُ اللَّه صَدَقَةَ مِنْ غُلُولٍ

“Allah tidak menerima sedekah dari harta ghulul*.” (HR.Muslim)

Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah  bersabda :

اَيُّهَاالنَّسُ!إ نَّ اللَّه طَىِّبٌ لاَ ىَقْبَلُ إلاَّ طَىِّباً

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah Maha Baik dan tidak menerima kecuali yang baik-baik.” (HR.Muslim)

3.Menyedekahkan Harta yang Paling Baik.

Allah  telah berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنفِقُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا كَسَبۡتُمۡ وَمِمَّآ أَخۡرَجۡنَا لَكُم مِّنَ ٱلۡأَرۡضِۖ

وَلَا تَيَمَّمُواْ ٱلۡخَبِيثَ مِنۡهُ تُنفِقُونَ وَلَسۡتُم بِ‍َٔاخِذِيهِ إِلَّآ أَن تُغۡمِضُواْ فِيهِۚ وَٱعۡلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ

“Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu nafkahkan daripadanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memicingkan mata terhadapnya.Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji.”(QS.Albaqarah:267)

Anas bin Malik    berkata, “Abu Thalhah   adalah sahabat Anshar yang paling banyak hartanya di Madinah.Harta yang paling disukainya adalah sumur Rauhaa’ (sebidang tanah di Madinah).Sumur itu terletak di depan masjid.Rasulullah  sering datang ke situ dan meminum airnya yang tawar.Anas   berkata, “Ketika turun ayat :

لَن تَنَالُواْ ٱلۡبِرَّ حَتَّىٰ تُنفِقُواْ مِمَّا تُحِبُّونَۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيۡءٖ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِهِۦ عَلِيمٞ

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.” (QS.Ali Imran:92)

Abu Thalhah mendatangi Rasulullah  dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah    mengatakan dalam kitab-Nya, ‘“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna), sebelum kamu menafkahkan sebahagian harta yang kamu cintai.” (QS.Ali Imran:92).

Dan sesungguhnya harta yang paling aku cintai adalah sumur Rauhaa’.Dan sumur itu aku sedekahkan karena Allah dan aku mengharap kebaikan dan balasannya di sisi  Allah.Silakan pergunakan menurut kehendakmu wahai Rasulullah.”

Nabi g  berkata,”Bagus, bagus, harta yang menguntungkan.Aku telah mendengar apa yang

engkau katakan tadi.Dan menurutku sebaiknya engkau menyedekahkannya untuk karib kerabatmu.”Abu Thalhah berkata,” Aku akan melakukannya wahai Rasulullah.”Lalu Abu Thalhah membagi-bagikannya kepada karib kerabatnya dan keponakan-keponakannya. (Mutafaqun ‘alaihi)

Diriwayatkan dari Nafi’, ia berkata, “Dahulu Ibnu Umar   apabila kagum terhadap sesuatu dari hartanya maka ia menyedekahkannya untuk Rabb-nya  “.Nafi’ berkata, “Sebagian dari budaknya telah mengetahui hal tersebut padanya.Kadangkala salah seorang dari mereka ada yang beribadah sampai malam di masjid.Apabila Ibnu Umar melihatnya dalam kondisi yang baik seperti itu ia akan membebaskannya.Sahabat-sahabatnya berkata kepadanya, “Wahai Abu Abdirrahman, demi Allah mereka hanya memperdaya dirimu.”Maka Ibnu Umar  berkata kepada mereka, ‘Barangsiapa yang memperdaya kami dengaan berpura-pura ibadah kepada Allah niscaya kami akan mengikutinya beribadah kepada-Nya’.”

Diriwayatkan dari Sa’id bin Hilal bahwa Ibnu Umar  singgah di Al-juhfah dalam keadaan sakit.Ia sangat ingin makan ikan.Namun ia tidak mendapatkannya kecuali seekor saja.Ketika dihidangkan kepadanya datanglah seorang miskin dan berdiri di hadapannya.Ibnu Umar berkata kepadanya, “Ambillah ikan itu!” Keluarganya berkata kepadanya, “Subhanallah !Mengapa engkau tidak panggil kami.Sesungguhnya kami memiliki bekal untuk diberikan kepada orang miskin itu.” Maka beliau berkata, “Sesungguhnya Abdullah menyukainya.”

Seorang peminta berdiri di depan pintu Ar-Rabi’, ia berkata, “Berilah ia makan gula.” Mereka berkata, “Apa yang bisa ia buat dengan gula itu? Lebih baik baginya bila kita beri roti.” Ar-Rabi’ berkata, “Malangnya kalian, berilah ia makan gula karena Ar-Rabi’ suka makan gula.”

4.Mendahulukan Karib Kerabat.

Diantara adab sedekah adalah orang yang bersedekah hendaklah mendahulukan karib kerabatnya yang membutuhkan.Rasulullah  telah memerintahkan demikian kepada Abu Thalhah  sebagaimana disebutkan dalam hadits terdahulu.

Rasulullah  bersabda:

الصَدَقَةُ عَلَى المِسْىكِينَ صَدَقَة,وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌوَصِلَةٌ

“Sedekah kepada orang miskin terhitung pahala satu sedekah.Dan sedekah kepada karib kerabat terhitung dua, pahala sedekah dan pahala menyambung tali silaturahim.”(HR.Ahmad, At- tirmidzi dan An-Nasa’I, dan dishahihkan oleh Albaani).

5.Mengutamakan Orang yang Taat Beragama.

Hendaklah orang yang bersedekah lebih memprioritaskan sedekahnya kepada orang-orang yang taat beragama.Yang mana dengan sedekah itu dapat membantunya dalam menaati Allah  dan tidak membelanjakannya untuk bermaksiat kepada Allahc , sehingga ia menjadi penolong baginya dalam kemaksiatan dan dosa.

6.menyembunyikan Sedekah.

Hendaklah orang yang bersedekah merahasiakan sedekahnya semampu mungkin.Kecuali jika menyatakannya terdapat maslahat yang jelas.Allah telah berfirman :

إِن تُبۡدُواْ ٱلصَّدَقَٰتِ فَنِعِمَّا هِيَۖ وَإِن تُخۡفُوهَا وَتُؤۡتُوهَا ٱلۡفُقَرَآءَ فَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۚ وَيُكَفِّرُ عَنكُم مِّن سَيِّ‍َٔاتِكُمۡۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٞ

“Jika kamu menampakkan sedekah(mu), maka itu adalah baik sekali .Dan jika kamu menyembunyikannya dan kamu berikan kepada orang-orang yang fakir, maka menyembunyikan itu lebih baik bagimu.”(QS.Al-Baqarah:271)

Rasulullah  telah menyebutkan bahwa termasuk salah satu orang yang dinaungi oleh Allah  di bawah naungan-Nya pada hari tiada naungan-Nya adalah :

وَرَجُلٌ تَصَدَقَّ بِصَدَقَةٍحَتَّي لاَتَعْلَمَ شِمَالُهُ مَاتُنْفِقُ يَمِينُهُ

Seorang lelaki yang bersedekah hingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang telah disedekahkan oleh tangan kanannya.” (Muttafaqun “alaihi)

7.Menyedekahkan Harta yang Mudah Disedekahkan Walaupun Jumlahnya Sedikit.

Diantara adab sedekah adalah menyedekahkan harta yang gampang disedekahkan walaupun jumlahnya sedikit.Tidak menolak orang yang meminta walaupun memberikan sesuatu yang kecil nilainya.Diriwayatkan dari Jabir  , ia berkata, “Tidak pernah Rasulullah   diminta sesuatu lalu beliau menjawab,”Tidak!”. (Muttafaqun “alaihi)

Al-Hasan berkata, “Kami telah bertemu dengan suatu kaum yang tidak pernah menolak siapa saja yang meminta melainkan pasti memberikan sesuatu.”

Seorang  peminta datang menemui Ummul Mukminin ‘Aisyah  dan di dekat beliau ada beberapa orang wanita. ‘Aisyah i menyuruh supaya si peminta diberi sebiji anggur.Maka wanita-wanita itu heran, maka ‘Aisyah  berkata,”Sesungguhnya pada sebiji anggur ini terdapat pahala yang banyak.”Beliau menakwil firman Allah  :

لَهَا يَوۡمَئِذٖ مِثۡقَالَ ذَرَّةٍ خَيۡرٗا يَرَهُۥ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” (QS.Al-Zalzalah:7)

8.Tidak Boleh Menunda Zakat Dari Waktunya Jika Telah Genap Satu Haul Karena Itu Merupakan Hak Kaum Fakir dan Boleh Mendahulukannya Sebelum Genap Satu Haul.

9.Orang Yang Bersedekah Hendaklah Berlemah Lembut Kepada Kaum Fakir yang Ia Beri, Janganlah Ia Membatalkan Pahala Sedekahnya dengan Menyebut-nyebut dan Menyaakiti Perasaan Orang yang Diberi.

Allah   berfirman :

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ لَا يُتۡبِعُونَ مَآ أَنفَقُواْ مَنّٗا وَلَآ أَذٗى لَّهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ

“Orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah, kemudian tidak mengiringi apa yang dinafkahkannyaitu dengan menyebut-nyebut pemberiannya dan dengan tidak menyakiti (perasaan si penerima), mereka memperoleh pahala di sisi Rabb mereka.Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS.Al-Baqarah:262).

10.Hendaklah Seorang Muslim Membiasakan Diri Bersedekah dan Memberi Serta Mengutamakan Orang Lain, Walaupun Ia Seorang Fakir dan Sedikit Hartanya.

Rasulullah  telah ditanya tentang sedekah yang paling utama.Beliau menjawab, “Sedekah dari harta yang sedikit.” Yaitu sedekah dari orang yang fakir.(HR.Ahmad,An-Nasaa’i dan Abu Dawud).

Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa seorang lelaki datang menemui Rasulullah.Lalu beliau menyuruhnya supaya meminta sesuatu kepada isteri-isteri beliau.Mereka menjawab, “Kami hanya memiliki air.” Rasulullah  berkata, “Siapakah yang mau menjamu orang ini?” Seorang lelaki Anshar berkata,”Aku!” Maka iapun membawa orang itu kepada isterinya dan berkata,”Muliakanlah ia, ia adalah tamu Rasulullah .” Isterinya berkata,”Kita tidak memiliki apa-apa selain makanan untuk anak-anak.” Ia berkata, “Buatkanlah makanan.Perbaikilah lampu kita dan tidurkanlah anak-anak!” Ketika mereka hendak makan maka si isteripun melaksanakan rencana tersebut.Ia bangkit seolah sedang memperbaiki lampu lalu ia memadamkannya.Lalu keduanya menunjukkan seolah-olah ikut  makan bersama.Lalu keduanya tidur dalam keadaan lapar.Pagi harinya ia pergi menemui Rasulullah  dan beliau berkata,” Sungguh Allah  tertawa tadi malam atau takjub melihat perbuatan kalian berdua.”(HR.Al-Bukhari)Lalu Allah menurunkan firman-Nya :

وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلۡإِيمَٰنَ مِن قَبۡلِهِمۡ يُحِبُّونَ مَنۡ هَاجَرَ إِلَيۡهِمۡ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمۡ حَاجَةٗ مِّمَّآ أُوتُواْ وَيُؤۡثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ وَلَوۡ كَانَ بِهِمۡ خَصَاصَةٞۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ

“dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri.Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu).Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS.Al-Hasr:9).

 

(Disadur dari buku :Sedekahlah Maka Kau Akan Kaya/Ali bin Muhammad Ad-Dahhaami)