HIKMAH DAN MANFAAT QURBAN

Bahagia Qurban Bahagia Mereka

 

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡيَ قَالَ يَٰبُنَيَّ إِنِّيٓ أَرَىٰ فِي ٱلۡمَنَامِ أَنِّيٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُۖ سَتَجِدُنِيٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ  ١٠٢ فَلَمَّآ أَسۡلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلۡجَبِينِ  ١٠٣ وَنَٰدَيۡنَٰهُ أَن يَٰٓإِبۡرَٰهِيمُ  ١٠٤ قَدۡ صَدَّقۡتَ ٱلرُّءۡيَآۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجۡزِي ٱلۡمُحۡسِنِينَ  ١٠٥ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلۡبَلَٰٓؤُاْ ٱلۡمُبِينُ  ١٠٦ وَفَدَيۡنَٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٖ  ١٠٧

  1. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”.
  2. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya).
  3. Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim,
  4. sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
  5. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

107.  Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar

 

GTA (griyatabunganakhirat.com)-Cuplikan ayat di atas menggambarkan ketaatan Nabi Ibrahim ‘alaihi salam untuk menjalankan perintah Allah ﷻ ketika Ia diuji dengan perintah untuk menyembelih anaknya Nabi Ismail ‘alaihi salam.Dan ketika Nabi Ibrahim ‘alaihi salam melaksanakan perintah-Nya.Maka Allah ﷻ menggantinya dengan menyembelih seekor qibas atau domba.Dari kisah itulah mula diperintahkannya qurban.

Qurban mempunyai akar kata qaruba, yang membentuk kata: qurb (dekat), taqqarub (mendekatkan diri), aqriba’ (kerabat).Qurban dimaksudkan untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ , dengan mengerjakan perintah-Nya untuk berqurban.Seiring bertambahnya usia akan bertambah dekat pula dengan kematian,artinya makin dekat perjumpaan dengan Allah ﷻ .Dengan qurban minimal menjadikan ingat dan insyaf, yang pada akhirnya berjumpa dengan-Nya dalam kebaikan.

Dalam qurban dikenal dengan istilah “udlhiyyah yang merupakan sebutan untuk hewan qurban yang akan disembelih pada Hari Raya ‘Idul ‘Adlha.Dan dikenal juga dengan istilah “tadlhiyyah” sebagai makna berqurban atau melaksanakan qurban.Qurban dilaksanakan pada Hari Raya ‘Idul ‘Adlha 10 Dzulhijjah hingga hari tasyriq, yaitu 11, 12, 13 Dzulhijjah.

Ketentuan mengenai qurban juga disebutkan dalam surat Al-Hajj ayat 34:

وَلِكُلِّ أُمَّةٖ جَعَلۡنَا مَنسَكٗا لِّيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَٰمِۗ فَإِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞ فَلَهُۥٓ أَسۡلِمُواْۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُخۡبِتِينَ  ٣٤

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),”

Di dalam pelaksanaan ‘ibadah qurban terdapat beberapa hikmah dan manfaat.Di antaranya:

  1. Menempatkan cinta kepada Allah sebagai cinta yang tertinggi/teragung.

Sejak diperintahkan, apa yang diminta dikorbankan adalah sesuatu yang sangat dicintai.Yang menunjukkan bahwa Allah ﷻ sedang menguji apakah seorang hamba itu sungguh-sungguh mencintai Allah ﷻ di atas segalanya, mau mengorbankan apa saja untuk yang dicintainya.Sekaligus menegaskan bahwa Allah ﷻ adalah pemilik semuanya termasuk apa-apa yang ada/dititipkan pada manusia.Seperti kisah Nabi Ibrahim ‘alaihi salam yang digambarkan dalam surat Al saffat ayat 102-107 di atas.

  1. Sebagai syiar Islam, sunnah Nabi Ibrahim ‘alaihi salam.

Dengan niat karena Allah ﷻ untuk melaksanakan qurban karena sudah mampu menjalankannya, maka perbuatan tersebut merupakan salah satu syiar Islam.Hal tersebut dijelaskan  dalam al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 36, sebagai berikut:

وَٱلۡبُدۡنَ جَعَلۡنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمۡ فِيهَا خَيۡرٞۖ فَٱذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَيۡهَا صَوَآفَّۖ فَإِذَا وَجَبَتۡ جُنُوبُهَا فَكُلُواْ مِنۡهَا وَأَطۡعِمُواْ ٱلۡقَانِعَ وَٱلۡمُعۡتَرَّۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرۡنَٰهَا لَكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَشۡكُرُونَ  ٣٦

“Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi’ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.”

  1. Mendapatkan bekal taqwa.

Manusia hidup di dunia harus mencari bekal taqwa untuk keselamatan di akhiratnya, dengan menjalankan perintah Allah ﷻ dan menjauhi larangan-Nya.Manusia yang bertaqwa akan tumbuh perasaannya bahwa ia adalah hamba/abdi dari Allah ﷻ.Berqurban merupakan bentuk ketaatan dan tunduk atas perintah Allah ﷻ.Seperti yang dijelaskan dalam surat Al-Hajj ayat 37, sebagai berikut:

لَن يَنَالَ ٱللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَآؤُهَا وَلَٰكِن يَنَالُهُ ٱلتَّقۡوَىٰ مِنكُمۡۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمۡ لِتُكَبِّرُواْ ٱللَّهَ عَلَىٰ مَا هَدَىٰكُمۡۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُحۡسِنِينَ  ٣٧

“Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”

  1. Mendapatkan balasan pahala dan kemudahan meniti di atas shirat.

“Tiada suatu amalan yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, yang lebih dicintai Allah selain daripada menyembelih hewan Qurban.Sesungguhnya hewan qurban itu pada hari kiamat kelak akan datang beserta dengan tanduk-tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya, dan sesungguhnya ssebelum darah qurban itu menyentuh tanah, ia (pahalanya) telah diterima di sisi Allah, maka beruntunglah kamu semua dengan (pahala) qurban itu.” (H.R. Al-Tarmuzi, Ibnu Majah dan Al-Hakim), dalam riwayat lain “Muliakanlah qurban kamu karena ia menjadi tunggangan kamu di titian (shirat) pada hari kiamat.”

  1. Berqurban akan membuat kita senantiasa bersyukur kepada-Nya.

Dengan melaksanakan Qurban kita akan menjadi hamba yang senantiasa bersyukur atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan kepada kita oleh Allah ﷻ.Dalam Al-qur’an surat Al-Baqarah ayat 172 menjelaskan:

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُ١٧٢واْ كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقۡنَٰكُمۡ وَٱشۡكُرُواْ لِلَّهِ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, makanlah di antara rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu dan bersyukurlah kepada Allah, jika benar-benar kepada-Nya kamu menyembah.”

  1. Ibadah Qurban lebih baik daripada bersedekah dengan uang yang senilai dengan hewan qurban.

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata, “Penyembelihan yang dilakukan pada waktu mulia lebih afdal daripada sedekah senilai penyembelihan tersebut.Oleh karenanya, jika seseorang bersedekah untuk menggantikan kewajiban penyembelihan pada manasik tammatu’ dan qiran (dalam ibadah haji) meskipun dengan sedekah yang bernilai berlipat ganda, tentu tidak bisa menyamai keutamaan qurban.” (Talkhish Kitab Ahkamil Ushiyyah wadz Dzakaah, hal 11-12 dan Shahih Fiqh Sunnah, 2:379)

  1. Berqurban sama artinya kita membahagiakan Mereka Kaum Dhuafa’.

Agama Islam sudah mengajarkan bahwa berbagi kepada sesama khususnya untuk mereka kaum dhuafa’.Maka ketika kita berqurban, kita berbagi kebahagiaan dengan kaum dhuafa’.Daging qurban yang sudah disembelih dibagi-bagikan kepada kaum dhuafa’ sebagai bentuk kepedulian kita kepada sesama.Ketika kita melaksanakannya, Allah ﷻ  telah menjanjikan untuk melipatgandakan rezeki kita dan mendapatkan pahala yang tak terhitung.Diriwayatkan oleh H.R. Muslim, sebagai berikut:

“Hari Raya Qurban adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah.” (H.R.Muslim)

Masih banyak hikmah lainnya yang bisa kita dapatkan dari memotong hewan qurban di Hari Raya  ‘Idul ‘Adlha ini.Semoga hikmah-hikmah yang ada bisa menambah semangat kita untuk tetap tekun dan taat beribadah kepada Allah ﷻ sebagai bekal di akhirat kelak, Allahumma aamiin….

Bahagia Qurban Bahagia Mereka.

(Sumber: Dari Berbagai Sumber)