KEUTAMAAN BERSILATURAHIM

KEUTAMAAN BERSILATURAHIM

Umat muslim sering memanfaatkan Hari Raya ‘Idul Fitri dan di bulan Syawal untuk saling berkunjung dan bersilaturahim.Baik bersilaturahim kepada sanak saudara, kerabat, tetangga, rekan sahabat, ataupun kepada yang lainnya.Bersilaturahim mempererat tali ukhuwah islamiyah.Saling berkunjung dan bersilaturahim.Orang yang kita kunjungi dan silaturahim merasa senang telah dikunjungi.Silaturahim ini juga memiliki banyak keutamaan, di antaranya:

  • Merupakan konsekuensi iman kepada Allah ﷻ.

Silaturahim adalah tanda-tanda seseorang beriman kepada Allah ﷻ.Sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a.Ia berkata Rasulullah ﷺ bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ, وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ

Barangsiapa  yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim”

  • Dipanjangkan umurnya dan diluaskan  rizqinya.

Orang yang suka mengunjungi sanak saudaranya.Serta menjalin silaturahim akan dipanjangkan umurnya dan diluaskan rizqinya.Sebagaimana hadits Rasulullah ﷺ

Yang berbunyi :

مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِى رِزْقِهِ وَيُنْسَأَ لَهُ فِى أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَه

“Barangsiapa yang senang diluaskan rizqinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung hubungan silaturahim.”

  • Terhubung dengan Allah

Menyambung tali silaturahim sama dengan menyambung hubungan dengan Allah ﷻ.Sebagaimana disebutkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a ia berkata sesungguhnya Rasulullah ﷺ :

إَنَّ اللهَ خَلَقَ الْخَلْقَ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مِنْهُمْ قَامَتِ الرَّحِمُ فَقَالَتْ:هَذَا مَقَامُ الْعَائِذُ بِكَ مِنَ الْقَطِيْعَةِ. قَالَ: َنعَمْ, أَمَا تَرْضَيْنَ أَنْ أَصِلَ مَنْ وَصَلَكَ وَأَقْطَعَ مَنْ َقطَعَكَ؟قَالَتْ: بَلَى. قَالَ: فَذَلِكَ لَكَ

“Sesungguhnya Allah menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, rahim berdiri seraya berkata : ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan.Dia berfirman : “Benar, apakah engkau ridha jika aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuskan orang yang memutuskan ngkau? Ia menjawab :iya.Dia berfirman : “Itulah untukmu.”

  • Penyebab masuk surga dan dijauhkan dari neraka.

Balasan orang yang menyembah Allah ﷻ tali silaturahmi adalah didekatkan dengan surga dan dijauhkan dari api neraka.Sebagaimana yang tertera dalam hadits berikut ini :

تَعْبُدُ اللهَ وَلاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ

“Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukan sesuatu dengan-Nya, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung tali silaturahim.”(HR.Bukhari dan Muslim).

Dan dalam satu riwayat :

إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُهُ بِهِ دخَلَ َالْجَّنََّةَ

“Jika dia berpegang dengan apa yang kuperintahkan kepadanya niscaya ia masuk surga.”

  • Merupakan bentuk ketaatan kepada Allah .

Menyambung tali silaturahim adalah salah satu hal yang diperintahkan oleh Allah ﷻ maka dengan menjalankan perintahnya maka kita taat kepada Allah ﷻ .Menjalin silaturahim juga merupakan  salah satu cara meningkatkan akhlak terpuji..

Allah ﷻ berfirman :

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَآأَمَرَ اللهُ بِهِ أَن يُوصَلَ وَيَخشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ

“Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisab yang buruk.” (QS. Ar-Ra’d :21)

  • Pahalanya seperti memerdekakan budak.

Sebuah hadits meriwayatkan bahwa dari Ummul Mukminin Maimunah binti al-Harits radhiyallahu ‘anha, bahwasanya dia memerdekakan budak  yang  dimilikinya dan tidak member kabar  kepada Nabi ﷺ sebelumnya, maka tatkala pada hari yang menjadi gilirannya , ia berkata: Apakah engkau merasa wahai Rasulullah bahwa sesungguhnya aku telah memerdekakan budak (perempuan) milikku? Beliau bertanya: “Apakah sudah engkau lakukan?” Dia menjawab: Ya.Beliau bersabda:

أَمّا إِنَّكِ لَوْ أَعْطَيتِهَا أَخْوَالَكِ كَانَ أَعْظَمَ ِلأَجْرِكِ

“Adapun jika engkau memberikannya kepada paman-pamanmu niscaya lebih besar pahalanya untukmu.”

  • Bersedekah terhadap keluarga sendiri tidak seperti sedekah terhadap orang lain.

Mengunjungi sanak saudara dan bersedekah adalah salah satu perbuatan mulia dan memiliki faedah yang besar.Bersedekah kepada keluarga lebih diutamakan daripada bersedekah kepada orang lain dan bisa menghindari dari perbuatan riya.Bersedekah kepada keluarga dan orang lain kemudian menceritakannya  atau riya adalah salah satu dari hal-hal yang menghapus amal ibadah sedekah tersebut.Bersedekah terhadap keluarga sendiri ini dianjurkan kepada setiap umat muslim.Sebagaimana dijelaskan dalam hadits dari Salmn bin ‘Amir r.a, dari Nabi ﷺ beliau bersabda :

الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِيْنِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ: صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ 

Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahim.”(HR.Tirmidzi)

Demikian pula dengan hadits Zainab ats-Tsaqafiyah radhiyallahu ‘anha, istri Abdullah bin Mas’ud r.a.Ketika ia pergi dan bertanya kepada Nabi ﷺ : Apakah boleh dia bersedekah kepada suaminya dan anak-anak yatim yang ada dalam asuhannya? Maka Nabi ﷺ bersabda :

لَهَا أَجْرَانِ: أَجْرُ الْقَرَابَةِ وَأَجْرُ الصَّدَقَةِ

“Untuknya dua pahala, pahala kekeluargaan dan pahala sedekah.” (HR.Bukhari dan Muslim)

Meskipun silaturahmi memiliki banyak keutamaan, tidak sedikit orang yang meninggalkannya.Menyepelekan bersilaturahim bukanlah hal yang baik.Meskipun orang yang kita kunjungi berbuat zhalim, melakukan fitnah atau memiliki sifat sombong kepada kita.Namun tetap saja kita harus menjalin tali silaturahim yang baik.Sebagaimana  yang disebutkan dalam hadits berikut:

Dan dari ‘Uqbah bin ‘Amir r.a aku berkata :Ya Rasulullah, ceritakanlah kepadaku tentang amalan yang utama, maka beliau bersabda :

صِلْ مَنْ قَطَعَكَ وَأَعْطِ مَنْ حَرَمَكَ وَأَعْرِضْ عَمَّنْ ظَلَمَكَ

“Sambungkanlah orang yang memutuskan (hubungan dengan)mu, berilah kepada orang yang tidak kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zhalim kepadamu.”(HR.Ahmad)

Orang yang memutuskan silaturahim tidak hanya berdosa besar melainkan juga akan diberikan ganjaran sebagaimana hadits berikut :

اَلرَّحِمُ مُعَلَّقَةٌ بِالْعَرْشِ تَقُوْلُ: مَنْ وَصَلَنِي وَصَلَهُ اللهُ وَمَنْ قَطَعَنِي قَطَعَهُ اللهُ

“Tidak ada dosa yang Allah lebih percepat siksaan kepada pelakunya di dunia, serta yang tersimpan untuknya di akhirat selain perbuatan zhalim dan memutuskan tali silaturahim”(HR.Tirmidzi)

Dan diriwayatkan bahwa orang yang memutuskan tali silaturahim, amalannya tidak akan diterima.Dari Abu Hurairah r.a ia berkata : Aku mendengar Rasulullah  ﷺ bersabda :

إِنَّ أَعْمَالَ بَنِي آدَمَ تُعْرَضُ كُلَّ خَمِيْسٍ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ فَلاَ يُقْبَلُ عَمَلُ قَاطِعِ رَحِمٍ

“Sesungguhnya amal ibadah manusia diperlihatkan setiap hari Kamis malam Jum’at, maka tidak diterima amal ibadah orang yang memutuskan hubungan silaturahim.” (HR.Ahmad)

Abdullah bin Abi Aufa r.a, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda :

اَ تَنْزِلُ الرَّحْمَةُ عَلَى قَوْمٍ فِيْهِمْ قَاطِعُ رَحِمٍ

Rahmat tidak akan turun kepada kaum yang padanya terdapat orang yang memutuskan tali silaturahim.” (HR.Muslim)

Dan orang yang memutuskan tali silaturahim terancam tidak bisa masuk surga, dari Abu Muhammad Jubair bin Muth’im r.a, dari Nabi  ﷺ beliau besabda :

اَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعٌ

Tidak akan masuk surga orang  yang memutuskan (silaturahim)”(HR.Bukhari dan Muslim)

Demikianlah keutamaan menyambung tali silaturahim dan ganjaran yang kita peroleh jika melakukannya ataupun meninggalkannya.Islam mengajarkan kita untuk selalu memiliki akhlak terpuji dan beramal shaleh.Mengunjungi sanak  saudara dan menjaga lisan sangatlah diutamakan karena bahaya lidah sangatlah besar.Semoga  kita senantiasa mendapat hidayah  dari Allah ﷻ dan terhindar dari siksa-Nya di hari Kiamat.

(sumber : dari berbagai sumber)