KISAH TELADAN MEMULIAKAN TAMU

GTA (griyatabunganakhirat.com)-Sudah merupakan kebiasaan yang lazim bagi kita untuk memuliakan tamu.Islam mengajarkan seluruh manusia agar memuliakan tamu.Itu merupakan salah satu wujud akhlak yang baik.Banyak diceritakan dalam berbagai kisah teladan memuliakan tamu.Dan bahkan salah satunya menjadi sebab turunnya salah satu ayat Al-qur’an.

Berikut ini diceritakan beberapa contoh kisah teladan memuliakan tamu :

  • Kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam memuliakan tamu.

Dikisahkan nabi Ibrahim ‘alaihissalam kedatangan tamu mulia.Tamu itu mengucapkan, “Salamun ”Ketika akan masuk.Begitu juga dengan nabi Ibrahim ‘alaihissalam mengucapkan, “Salamun ” kepada tamunya itu.Nabi Ibrahim ‘alaihissalam mempersilakan kepada tamu yang tidak dikenalnya.Maka nabi Ibrahim ‘alaihissalam pergi dengan diam-diam menemui keluarganya.Kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar).Lalu dihidangkannya kepada mereka.Dan mempersilakan kepada tamunya untuk makan.Seperti yang tertulis di dalam QS Adz Dzaariyat ayat 24-27 sebagai berikut :

﴿هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ ضَيۡفِ إِبۡرَٰهِيمَ ٱلۡمُكۡرَمِينَ  ٢٤ إِذۡ دَخَلُواْ عَلَيۡهِ فَقَالُواْ سَلَٰمٗاۖ قَالَ سَلَٰمٞ قَوۡمٞ مُّنكَرُونَ  ٢٥ فَرَاغَ إِلَىٰٓ أَهۡلِهِۦ فَجَآءَ بِعِجۡلٖ سَمِينٖ  ٢٦ فَقَرَّبَهُۥٓ إِلَيۡهِمۡ قَالَ أَلَا تَأۡكُلُونَ  ٢﴾

“Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tentang tamu Ibrahim (malaikat-malaikat) yang dimuliakan? (Ingatlah) ketika mereka masuk ke tempatnya, lalu mengucapkan, “Salaman.” Ibrahim menjawab, “Salamun, ” (kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal. Maka dia pergi dengan diam-diam menemui keluarganya, kemudian dibawanya daging anak sapi gemuk (yang dibakar), lalu dihidangkannya kepada mereka. Ibrahim berkata, “Silakan kamu makan.” (Tetapi mereka tidak mau makan), karena itu Ibrahim merasa takut terhadap mereka. Mereka berkata, “Janganlah kamu takut,” dan mereka memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang alim (Ishaq). Kemudian istrinya datang memekik (tercengang), lalu menepuk mukanya sendiri seraya berkata, “(Aku adalah) seorang perempuan tua yang mandul.” Mereka menjawab, “Demikianlah Tuhanmu memfirmankan. Sesungguhnya Dialah Yang Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui”(QS Adz Dzaariyat: 24-27)

  • Kisah Shahabat Nabi  ﷺ memuliakan tamu Rasulullah ﷺ.

Dikisahkan Rasulullah ﷺ didatangi musafir dari kota Mekkah.Pria itu tidak punya bekal yang cukup sehingga meminta tolong kepada beliau ﷺ.Nabi ﷺ memanggil para istrinya.Namun, masing-masing mereka tidak memiliki makanan yang bisa dibagi kepada sang tamu.

Rasulullah ﷺ menyampaikan kabar kedatangan tamu ini kepada para shahabat radhiyallahu ‘anhum di masjid.”Siapakah di antara kalian yang mau menjamu tamuku ini? Tanya beliau.Tidak lama berselang, salah seorang shahabat dari kalangan Anshor menyambut tawaran tersebut.

“Saya, wahai Rasulullah.” Jawabnya.

Shahabat Anshor itupun membawa tamunya itu menuju rumahnya.Sesampai di rumah, ketika tamunya itu sudah duduk di ruangan tamu,shahabat Anshor itu menanyakan ketersediaan makanan kepada istrinya.

“Adakah ketersediaan makanan malam ini? Tanyanya.

“Tidak ada.Kecuali untuk makan malam anak-anak malam hari ini.” Jawab istrinya.

Shahabat Anshor itu lalu meminta istrinya, “Baiklah kalau begitu.Kini siapkanlah makanan yang ada itu.Lalu berikanlah kepada tmu kita ini.Sesudah itu, kamu kembali kesini dan nyalakan lampu dapur.Bila anak-anak terbangun, tidurkanlah kembali mereka, juga bila mereka merengek ingin makan malam.”

Istrinya itupun melaksanakan perintah sang suami.Di ruang depan, tamu tadi melahap makanan yang disuguhkan kepadanya.Sementara, di dapur suami istri itu duduk berhadap-hadapan, dengan lampu yang masih menyala.Dengan demikian, tamu tersebut akan menyangka dirinya sedang makan bersama para tuan rumah, kendati berada di ruangan yng berbeda.

Sesudahnya itu, sang tamu pamit untuk kembli ke masjid.Shahabat Anshor pun melepas kepergin tamunya, sesudah menjawab salam.

Keesokan harinya, pria Anshor itu berjumpa Nabi ﷺ.Tadi malam, Allah ﷻ tertawa dan merasa kgum dengan perbuatan kalian berdua.” Kata Rasulullah  ﷺ , merujuk pada pria tersebut dan istrinya.Beliau menerangkan, belum lama turun surah Al Hasyr ayat Sembilan.Ayat itu turun lantaran Allah  ﷻ memuji perilaku mereka memuliakan tamu.

﴿وَٱلَّذِينَ تَبَوَّءُو ٱلدَّارَ وَٱلۡإِيمَٰنَ مِن قَبۡلِهِمۡ يُحِبُّونَ مَنۡ هَاجَرَ إِلَيۡهِمۡ وَلَا يَجِدُونَ فِي صُدُورِهِمۡ حَاجَةٗ مِّمَّآ أُوتُواْ وَيُؤۡثِرُونَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمۡ وَلَوۡ كَانَ بِهِمۡ خَصَاصَةٞۚ وَمَن يُوقَ شُحَّ نَفۡسِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ  ٩﴾

“Dan orang-orang (Ansar) yang telah menempati kota Madinah dan telah beriman sebelum (kedatangan) mereka (Muhajirin), mereka mencintai orang yang berhijrah ke tempat mereka. Dan mereka tidak menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (Muhajirin), atas dirinya sendiri, meskipun mereka juga memerlukan. Dan siapa yang dijaga dirinya dari kekikiran, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.”(QS Al Hasyr:9)

Hadits Nabi

كَانَ مِنَ اْلأَنْصَارِ رَجـُلٌ يُقَالُ لُهُ أَبُوْ شُعَيْبُ وَكَانَ لَهُ غُلاَمٌ لِحَامٌ فَقَالَ اِصْنَعْ لِي طَعَامًا اُدْعُ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ فَدَعَا رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَامِسَ خَمْسَةٍ فَتَبِعَهُمْ رَجُلٌ فَقَالَ رَسُوْلَ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّكَ دَعَوْتَنَا خَامِسَ خَمْسَةٍ وَهذَا رَجُلٌ قَدْ تَبِعَنَا فَإِنْ شِئْتَ اْذَنْ لَهُ وَإِنْ شِئْتَ تَرَكْتُهُ قَالَ بَلْ أَذْنْتُ لَهُ

“Ada seorang laki-laki di kalangan Anshor yang biasa dipanggil Abu Syuaib. Ia mempunyai seorang anak tukang daging. Kemudian, ia berkata kepadanya, “Buatkan aku makanan yang dengannya aku bisa mengundang lima orang bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengundang empat orang yang orang kelimanya adalah beliau. Kemudian, ada seseorang yang mengikutinya. Maka, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Engkau mengundang kami lima orang dan orang ini mengikuti kami. Bilamana engkau ridho, izinkanlah ia! Bilamana tidak, aku akan meninggalkannya.” Kemudian, Abu Suaib berkata, “Aku telah mengizinkannya.”” (HR. Bukhari)

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ بُسْرٍ قَالَ نَزَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى أَبِي فَقَرَّبْنَا إِلَيْهِ طَعَامًا فَأَكَلَ مِنْهُ ثُمَّ أُتِيَ بِتَمْرٍ فَكَانَ يَأْكُلُ وَيُلْقِي النَّوَى بِإِصْبَعَيْهِ جَمَعَ السَّبَّابَةَ وَالْوُسْطَى قَالَ شُعْبَةُ وَهُوَ ظَنِّي فِيهِ إِنْ شَاءَ اللَّهُ وَأَلْقَى النَّوَى بَيْنَ أُصْبُعَيْنِ ثُمَّ أُتِيَ بِشَرَابٍ فَشَرِبَهُ ثُمَّ نَاوَلَهُ الَّذِي عَنْ يَمِينِهِ قَالَ فَقَالَ أَبِي وَأَخَذَ بِلِجَامِ دَابَّتِهِ ادْعُ لَنَا فَقَالَ اللَّهُمَّ بَارِكْ لَهُمْ فِيمَا رَزَقْتَهُمْ وَاغْفِرْ لَهُمْ وَارْحَمْهُمْ

Dari Abdullah bin Busr ia berkata; Rasulullah SAW mengunjungi ayahku, kemudian kami menyuguhkan makanan untuk beliau. Beliau pun makan sebagian darinya, kemudian beliau diberi kurma, dan beliau makan serta membuang bijinya menggunakan dua jari beliau. Abdullah bin Busr menggabungkan jari telunjuk dan jari tengah. Syu’bah berkata; dan itu yang aku yakini insya Allah. Dan beliau membuang biji kurma diantara kedua jarinya. Kemudian beliau diberi minum, lalu beliau meminumnya kemudian memberikan kepada orang yang ada di samping kanannya. Abdullah bin Busr berkata; ayahku dalam keadaan memegang kendali hewan kendaraannya berkata; doakan untuk kami! Kemudian beliau berdoa: “Allaahumma baarik lahum fiimaa razaqtahum waghfir lahum warhamhum.” (Ya Allah, berkahilah mereka pada rizki yang telah engkau berikan kepada mereka, dan ampunilah dosa mereka, serta kasihilah merekah.” (HR Tirmidzi)

Itulah beberapa contoh kisah teladan tentang memuliakan tamu.Dan masih banyak lagi kisah yang mencontohkan perbuatan terpuji memuliakan tamu.Semoga dari uraian kisah teladan ini kita bisa mengambil hikmah dan manfaatnya.Wallahu a’ lam bishshowwab.(aam)

(sumber: dari berbagai sumber)