YANG PERLU DIPERSIAPKAN DALAM MENYAMBUT BULAN RAMADHAN

Sesaat lagi kita kedatangan tamu Agung yaitu bulan Ramadhan.Marilah kita menyambut bulan Ramadhan yang penuh dengan kemuliaan ini.Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan kemuliaan dan ampunan dari Allah .Di bulan Ramadhan juga diturunkannya Al-qur’an.Apakah yang perlu kita persiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan?

Berikut ini beberapa hal yang perlu kita persiapkan untuk menyambut bulan Ramadhan:

  • Do’a

Do’a merupakan ‘ibadah yang dengannya para hamba menyampaikan hajat dan harapan mereka kepada Allah .Dalam hal menyambut bulan Ramadhan, ada do’a yang masyhur.Berikut ini do’anya :

اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَب، وَشَعْبَانَ، وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

Ya Allah berkahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami ke bulan Ramadhan.”

Kita berharap untuk berjumpa dengan bulan Ramadhan.Kita bermohon mendapatkan kekuatan, kemudahan, dan taufiq dari-Nya untuk mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai ‘ibadah, amal shaleh, dan ketaatan kepada Allah .Agar kita mendapatkan manfaat di bulan Ramadhan.Mengisi bulan Ramadhan dengan ber’ibadah secara maksimal.

  • Bergembira dengan kedatangan bulan Ramadhan

Di antara tanda-tanda keimanan adalah bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan.Bergembira di bulan Ramadhan yang dipenuhi dengan berbagai kebaikan dan keutamaan.Di dalamnya terdapat rahmat, maghfirah (ampunan), pembebasan dari neraka, satu malam yang lebih baik dari seribu bulan ( lailatul qodar), dan beragam keutamaan lainnya.Oleh karenanya kita bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan.

Sebagaimana dalam sebuah Hadits Hasan, Rasulullah menyampaikan kabar gembira kepada para shahabat dengan masuknya bulan Ramadhan.

Beliau  bersabda, “Ramadhan telah mendatangi kalian.Bulan yang penuh berkah.Allah memfardhukan kepada kalian berpuasa pada bulan ini.Pada bulan ini (pula) pintu langit dibuka, pintu-pintu jahim (neraka) ditutup, dan para setan dibelenggu.Pada bulan ini terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.Sesiapa yang tidak memperoleh kebaikannya, maka terhalangi dari kebaikan.”(H.R. An-Nasai)

Sebagai hamba yang sadar dengan berbagai kelemahan, kekurangan, kelalaian dalam ‘ibadah ini.Sepatutnya kita bergembira dengan datangnya bulan Ramadhan ini.Karena di bulan ini merupakan momen meningkatkan kualitas diri dan iman kita.Kesempatan meraih pahala dan ampunan-Nya sebanyak-banyaknya.

  • ‘Azzam (tekad kuat) dan niat ikhlas

Perasaan senang akan kedatangan bulan Ramadhan dapat melahirkan tekad yang kuat (‘azzam) serta niat yang ikhlas dan jujur untuk memanfaatkan bulan Ramadhan.Selanjutnya tekad yang kuat (‘azzam) dan niat yang ikhlas tersebut akan membuat seseorang produktif  dalam mengii bulan Ramadhan dengan berbagai ‘ibadah dan amal shaleh.

‘Azzam dan niat yang ikhlas untuk memanfaatkan Ramadhan dengan ‘ibadah dapat menjadi sebab datangnya taufiq dan kemudahan dari Allah .Artinya ketika Allah mengetahui bahwa di dalam hatinya terhunjam tekad yang kuat dan niat sungguh-sungguh untuk meraih keutamaan Ramadhan.Maka Allah akan memberikan kemudahan dalam melakukan keta’atan dan berbagai ‘ibadah pada bulan Ramadhan kepada hamba-Nya.

Sungguh-sungguh dengan niat ikhlas dan ‘azzam  tersebut, Allah berkenan memberikan taufiq dan kemudahan dalam mengisi bulan Ramadhan dengan berbagai ‘ibadah.

  • Taubat

Taubat dari dosa dan maksiat perlu dilakukan dalam menyambut bulan Ramadhan.Karena pada bulan Ramadhan nanti, kita akan melakukan berbagai keta’atan.Sementara, dosa dan maksiat dapat menghalangi seseorang dari keta’atan.Sebab  dosa dan maksiat dapat mengotori  dan menutup hati.Pemilik hati yng tertutupi oleh karat dosa dan maksiat biasanya berat melakukan ‘ibadah dan amal shaleh.

Dahulu, para salafus shaleh sangat peka dalam soal ini.Di antara mereka ada yang mengatakan, “Saya terhalangi melakukan shalat malam karena satu dosa yang kulakukan.”Imam Hasan al-Bashri pernah ditanya oleh seorang pemuda yang merasa berat bangun malam, padahal ia sudah berusaha.”La ta’shiyhi fi nahari, yuqidzuka fi lail (jangan kau durhakai [Allah] pada siang hari,Dia akan membangunkanmu pada malam hari)”, saran Imam Hasan al-Bashri.

Oleh karena itu mari berusaha bersihkan hati dari noda dosa dan maksiat dengan memperbanyak taubat dan istighfar.Sebagaimana yang diteladani oleh Rasulullah dan para shahabat .Semoga Allah karuniakan taufiq dan kemudahan melakukan ‘ibadah pada bulan Ramadhan.

  • Persiapan dan perencanaan target

Persoalan yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan dalam menyambut bulan Ramadhan.Adalah persiapan dan perencanaan target.Ini sifatnya teknis tapi penting.Agenda ‘ibadah dan amal shaleh pada bulan Ramadhan perlu dipersiapkan dan direncankan dengan matang.Perencanaan untuk ber’ibadah puasa, shalat tarawih, tilawah Al-qur’an, sedekah, dan ‘ibadah lainnya perlu disiapkan dan direncanakan.Persiapan dan perencanaan yang baik, insya Allah akan sangat memaksimalkan ‘ibadah dan amal shaleh pada bulan Ramadhan yang sangat mulia ini.

Di antara ‘ibadah yang perlu disiapkan dan direncanakan misalnya target bacaan  Al-qur’an.Kita maksimalkan kualitas dan kuantitas bacaan Al-qur’an kita di bulan yang mulia ini.Sebagaimana yang dicontohkan para salafus shaleh memperbanyak mengkhatamkan bacaan Al-qur’an pada bulan Ramadhan.

Amalan lain yang perlu disiapkan dan direncanakan adalah sedekah.Sedekah merupakan salah satu amalan utama pada bulan Ramadhan ini.Selain puasa, tilawah Al-qur’an, dan amalan-amalan lainnya.Bahkan sedekah pada bulan Ramadhan merupakan seutama-utama sedekah.Sebagaimana sabda Rasulullah , “Seafdhal-afdhal sedekah pada bulan Ramadhan.”(HR.Tirmidzi)

Ada beberapa bentuk sedekah pada bulan Ramadhan.Di antaranya memberi suguhan buka puasa (tafthir ash-Shaim).Memberi suguhan buka puasa memiliki keutamaan yang sangat besar.Sebagaimana dijelaskan dalam hadits-hadits Rasulullah .Di antaranya hadits

Siapa saja yang member makan saudaranya sesama mukmin yang lapar, niscaya Allah akan memberinya buah-buahan surga.”(HR.Tirmidzi)

Dan Hadits :

Barangsiapa menyediakan suguhan (makanan/minuman) berbuka bagi orang yang berpuasa, niscaya hal itu akan menjadi penghapus dosa-dosanya dan menjadi pembebas dirinya dari neraka.Ia juga akan memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun.”(HR.Ahmad)

Oleh sebab itu seorang muslim hendaknya merencanakan dan memrogramkan sedekah pada bulan Ramadhan yang mulia ini.Perlu ada persiapan dan perencanaan target, agar dapat bersedekah secara rutin pada bulan Ramadhan ini.Karena amalan yang paling dicintai Allah adalah yang paling dawwam (kontinyu) meski sedikit.

  • Ilmu tentang fiqh Ramadhan

Islam sangat mementingkan ilmu sebelum berkata dan beramal.Banyak ayat Al-qur’an dan hadits, diantaranya surat muhamad ayat 19 :

….فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ

Maka ketahuilah bahwa sesungguhnya tidak ada ilah (sesembahan yang patut di’ibadahi kecuali Allah.” (QS Muhammad : 19)

Ayat tersebut memerintahkan kita untuk berilmu terlebih dahulu sebelum beramal.

Ilmu dipentingkan sebelum beramal.karena syarat diterimanya amal setelah ikhlas adalah mutaba’ah.Yakni amal tersebut harus benar dan sesui dengan syari’at dan sunnah.Oleh karena itu guna menyambut Ramadhan dengan ilmu, perlu kiranya menyegarkan kembali pelajaran tentang fiqh ‘ibadah pada bulan Ramadhan.Semisal fiqh shaum (puasa), shalat tarawih, zakat, sedekah, dan ‘ibadah-‘ibadah lainnya.

  • Membersihkan hati dari berbagai sifat dendam dan hasad kepada sesama muslim

Dendam dan dengki (hasad) merupakan sifat tercela.Sementara terbebas dari sifat tercela merupakan cirri orang beriman dan bertakwa.Terbebas dari sifat pendendam merupakan tanda penghuni surga.Demikian pula dengan sifat hasad (iri hati dan dengki).Ia merupakan sifat buruk yang sangat berbahaya.Ia dapat menghapuskan amalan kebaikan bagai api yang melahap kayu bakar.

Seorang Muslim hendaknya membersihkan dirinya dari sifat buruk ini sebelum Ramadhan.Agar ia memasuki bulan mulia ini dengan hati yang bersih dan lapang.Agar dapat melaksanakan ‘ibadah Ramadhan dengan hati yang tenang.Jangan sampai berbagai kebaikan yang dilakukan berupa shiyam, qiyamul lail, sedekah, tilawah qur’an dan ‘ibadah lainnya menjadi sia-sia karena sifat hasad dan dengki.Sebab hasad dapat melahap kebaikan seperti api yang menghanguskan kayu bakar.

Demikianlah yang perlu diperhatikan di dalam menyambut bulan Ramadhan.Semoga Allah c mengaruniakan taufiq dan kemudahan dalam mengisi Ramadhan.Sehingga kita dapat meraih keutamaan bulan Ramadhan.

(Sumber : https://wahdah.or.id/7-persiapan-menyambut-ramadhan/ dan berbagai sumber lainnya)